INJIL BARNABAS
Injil merupakan salah satu dari 4 kitab yang diturunkan Allah Swt. kepada nabi dan rasul-Nya.Dalam Injil terdapat versi yang berbeda menurut versi penulisnya,seperti Matius,Markus,Lukas,dan Yahya(yohana/yohanes).Selain itu, juga terdapat satu Injil lagi yang di sebut sebagai Injil Barnabas.
Kitab kuno yang muncul di Turki pada Februari 2012 diyakini sebagai Injil Barnabas yang membuat perdebatan di dunia internasional makin panas.
Injil Barnabas tidak banyak dikenal di luar kalangan akademik hingga belakangan
ini, ketika sejumlah orang Muslim menerbitkannya untuk berargumen dengan
konsepsi Kristen ortodoks tentang Yesus. Pada umumnya karya ini lebih menggemakan
pandangan-pandangan Muslim yang ada daripada pandangan Kristen.Karya ini
meramalkan kedatangan Muhammad dengan menyebutkan namanya.Bukan hanya dengan
menyebutkan Muhammad langsung dengan namanya, tetapi juga mencakup Syahadat
(pasal 39). Nada kitab ini sangat anti-Paulus dan anti-Trinitarian.
Dalam karya ini, Yesus digambarkan sebagai seorang nabi dan bukan anak Allah,
sementara Paulus digambarkan telah "diperdayakan". Lebih jauh, Injil
Barnabas menyatakan bahwa Yesus selamat dari penyaliban karena ia diangkat
hidup-hidup ke surga, sementara Yudas
Iskariot sang pengkhianat secara ajaib diubah dan disalibkan sebagai
gantinya.Keyakinan-keyakinan ini; khususnya bahwa Yesus adalah seorang nabi
Allah dan diangkat hidup-hidup tanpa disalibkan; sesuai dengan keyakinan Islam. Namun,
nas-nas yang lain berlawanan dengan teks/ajaran-ajaran Al Qur'an;
seperti misalnya dalam cerita tentang Kelahiran
Yesus, di mana Maria digambarkan telah melahirkan Yesus tanpa
mengalami rasa sakit atau seperti dalam pelayanan Yesus, di mana ia
mengizinkan orang minum anggur dan menganjurkan monogami.
1. Gereja Katolik tidak mengakui ‘injil’ Barnabas .
Gereja Katolik tidak mengakui adanya ‘injil’ Barnabas, karena tidak otentik. Kitab ini baru dituliskan berabad- abad kemudian setelah jaman Kristus dan para rasul. Manuskrip kitab tersebut ditemukan pada abad ke 16 (dalam bahasa Italia dan Spanyol). Karena Injil ini baru ditulis sekitar abad 16, terjadi kemungkinan penyelewengan-penyelewengan, karena saksi hidup dari kejadian tersebut sudah tidak ada.
2. Ajaran ‘injil’ Barnabas yang bertentangan dengan ajaran Kristus dan para rasul
Pesan yang disampaikan oleh injil Barnabas bertentangan dengan kesaksian para saksi mata di abad pertama yang mempunyai lebih dari 5000 manuskrip untuk mendukung otentisitas kesaksian mereka, yaitu kitab-kitab Perjanjian Baru. Sebagai contohnya, ajaran injil Barnabas mengatakan bahwa Yesus mengatakan bahwa Ia bukan Mesias dan Ia tidak mati di salib; namun klaim ini sepenuhnya dibuktikan salah oleh dokumen-dokumen yang sudah terbukti asli/ otentik, yang menyatakan sebaliknya.
Beberapa isi Injil Barnabas :1. Yesus bukan Allah ataupun Anak Allah
Menurut Injil Barnabas, Yesus meramalkan dan menolak penyembahan dirinya sebagai Allah.
Mesias adalah seorang pemimpin Yahudi, yang berjuang dengan orang-orang Yahudi untuk memulihkan mereka menjadi suatu bangsa yang aman. Islam tidak mengatribusikan sifat ini kepada Muhammad.
Bila penulis Injil Barnabas telah berpengalaman dalam sebuah komunitas Kristen, ia akan paham makna Mesias yang berbeda. Dalam Dunia Kristen, kata ini telah mengandung konotasi dari seorang penguasa yang telah dinubuatkan yang menyelamatkan orang-orang percaya dari penghukuman. Deskripsi ini cocok sekali dengan pandangan Islam mengenai Muhammad.
Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas:
Kemudian imam itu berkata: "Dengan nama apakah Mesias itu akan dipanggil?" {Yesus menjawab} "Muhammad adalah namanya yang diberkati" ' (ps. 97).Dan Yesus mengaku, dan mengatakan kebenaran: "Aku bukanlah Mesias itu." (ps. 42:2)
3. Yesus meramalkan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.
Cocok dengan Qur'an yang menyebutkan:
"Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata!" (Surah 61)
4. Penghakiman mutlak dan pra-pengetahuan Allah.
Dengan menyatakan bahwa, dalam masalah perdamaian: "Allah menunggu manusia untuk bertobat" (pasal 114); sedemikian rupa sehingga jiwa-jiwa orang yang jahat di Neraka pada akhirnya dapat diselamatkan pada akhir zaman, bila mereka bersedia bertobat (pasal 113); sementara orang-orang yang benar bahkan orang-orang suci dan para nabi tidak dapat selamat dari rasa takut akan penghukuman,karena tidak ditolak kemungkinan bahwa suatu saat pada masa mendatang, karena terlalu yakin akan kebenaran mereka sendiri, mereka terjatuh ke dalam kesombongan (pasal 112).
5. Mesias keturunan Ismael
Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas, Yesus menyangkal bahwa dialah sang Mesias itu, dan mengklaim bahwa Mesias akan datang dari kalangan keturunan Ismael (yakni, Arab):
"Pada saat itu Yesus berkata: 'Engkau menipu dirimu sendiri; karena Daud di dalam Roh menyebutnya Tuan, dan dengan demikian berkata: "Allah berkata kepada tuanku, duduklah di sebelah kananku, sampai musuh-musuhmu kutaruh di bawah kakimu lawan-lawanmu pijakan kakimu. Allah akan mengirimkan tongkatmu sehingga engkau berkuasa di antara lawan-lawanmu." Bila utusan Allah yang engkau sebut Mesias adalah anak Daud, bagaimana mungkin Daud menyebutnya tuan? Percayalah padaku, karena sesungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa janji itu telah dibuat dalam diri Ismael, bukan Ishak.'" (Barnabas 43:10).
Hajj Sayed (Anggota Senior dari CIMS), dalam bukunya yang baru di Mesir, membandingkan hal ini dengan pernyataan berikut dari Alkitab yang kanonik :
"Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud." Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Matius 22:42-46
Menurut Injil-injil kanonik, Yesus adalah "anak" (keturunan) Daud; karenanya, Hajj Sayed berpendapat bahwa pernyataan ini menguatkan pendapat Injil Barnabas.
Beberapa ketidaksesuaian sejarah yang tercatat dalam ‘injil Barnabas’ dengan empat Injil lainya :
Berikut ini adalah ketidak-sesuaian lainnya yang disebut Anakronisme dan ketidaksesuaian sejarah, yang menunjukkan bahwa tulisan ini tidak otentik, dan tidak merupakan wahyu Allah karena mengandung kesalahan. Injil Barnabas yang mengandung banyak kesalahan dan menjabarkan tentang kehidupan di zaman Abad Pertengahan, yang tidak cocok dengan kehidupan pada zaman Yesus dan para Rasul, membuktikan bahwa teks ini tidak berasal dari abad-abad pertama.
Berikut ini contoh- contohnya:
- Dikatakan bahwa Yesus dilahirkan di jaman Pontius Pilatus, yang baru naik tahta setelah tahun 26. Ini keliru, karena Yesus lahir pada jaman Kaisar Agustus (Luk 2:1).
- Yesus dikatakan ‘berlayar’ ke Nasaret (bab 20), padahal Nasaret bukan kota pelabuhan. Tidak ada pantai atau perairan di Nasaret untuk orang dapat berlayar.
- Penulis kitab ini kelihatannya tidak menyadari bahwa kata ‘Kristus’ dan ‘Mesias’ adalah terjemahan dari kata yang sama yaitu ‘Christos’, yaitu yang menjabarkan Yesus sebagai Yesus Kristus. Maka tidak mungkin Yesus yang disebut Kristus itu mengatakan, “Saya bukan Mesias”, [karena sama saja ia mengatakan bahwa saya bukan Kristus, yang adalah namanya sendiri]. (bab 42)
- Ada referensi tahun yubelium yang dirayakan setiap seratus tahun sekali (bab 82), bukannya lima puluh tahun sekali seperti yang dituliskan dalam kitab Imamat 25. Anakronisme ini kemungkinan berhubungan dengan Tahun Suci pada tahun 1300 yang ditentukan oleh Paus Boniface VIII, yang menentukan untuk memperingati tahun Yubelium setiap seratus tahun sekali.
- Adam dan Hawa dikatakan memakan buah apel (bab 40), padahal seharusnya adalah buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (Kej 2:17). Kemungkinan kata apel diperoleh dari terjemahan dari bahasa Ibrani ke bahasa Latin, di mana ‘apel’ dan ‘jahat’ sama- sama dikatakan sebagai ‘malum‘.
Untuk itu, masalah asli atau tidaknya Injil Barnabas ini, kita sesama umat beragama tidak boleh menghakimi satu sama lain,seperti yang telah tertulis dalam Al-Qur'an :
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.(QS. Al kafirun : 6)
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ
“Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing".(QS. Al Isra' :84 )
أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ
“Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Yunus: 41)
لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ
“Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu.” (QS. Al Qashshash: 55)Baca selengkapnya https://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Barnabas
Baca selengkapnya http://www.katolisitas.org/apakah-injil-barnabas/
"TERIMA KASIH ,SEMOGA BERMANFAAT"